Aku China/ Tiong Hoa/ Cina?
Untuk sebagian orang istilah / penamaan tidaklah penting mungkin, sama halnya Mr Kwek K. G., apa arti sebuah nama, begitu kira2 yang pernah dikatakannya, namun penyebutan / penamaan bagi sebuah kelompok apalagi suku/etnis maka nama akanlah menjadi penting.Penting karena dibalik nama itu akan menyimpan sejuta makna, penggambaran, penghormatan atau setidaknya sebagai alat untuk pembentukan image/presepsi yang menggambarkan orang-orang / manusia-manusia yang ada di dalamnyaDemikian halnya dengan istilah Tionghoa, sejarah mencatat bahwa mula-mula kata Tionghoa di dengungkan oleh dr. Sun Yat-Sen pada tahun 1911, dengan maksud untuk melepaskan diri sebagai bangsa merdeka yang lepas dari sistem kerajaan yang korup.Penggunaan istilah tionghoa dan china di Indonesia berawal dari persoalan internasional kala itu, yaitu protesnya bangsa China (RRC) karena tidak mau disebut China di dunia internasional.
hal ini rupanya juga terjadi bagi orang-orang yang terlahir sipit di indonesia, yang pada saat sebelum ORBA disebut Tionghoa, maka oleh ORBA diberi sebutan “CINA” (nuansa polotisasi dan penghinaan yang cukup kental pada saat itu – mengingat pristiwa G30S PKI).
Bagi saya tidaklah terlalu penting penyebutan oleh bangsa Indonesia secara pergaulan internasional kepada bangsa China, yang terpenting buat saya pemerintah Indonesia/bangsa Indonesia pada umumnya harus bisa membedakan manakala mereka menyebut negara China atau menyebut rakyatnya yang kebetulan bermata sipit itu.
Namun penyebutan China / cina sekalipun bagi bangsa Indonesia yang kebetulan terlahir berkulit agak kuning bukanlah hal yang bijak mengingat latar belakang sejarah nasional (ORBA) maupun Internasional, karena secara logika bagaimana mungkin di dalam suatu bangsa Indonesia terdapat warga negara yang disebut dengan kebangsaan lain selain indonesia (dibaca China)??
maka dilihat dari alasan diatas, maka saya berpendapat akan lebih memungkinkan untuk menyebut Orang Indonesia yang kebetulan bermata sipit dan berkulit kuning itu dengan istilah Tionghoa Indonesia….
bagaimana pendapat yang lain??